11 Juni 2010

FILUM PROTOZOA

FILUM PROTOZOA

I. TUJUAN KEGIATAN PRAKTIKUM
 Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Protozoa.
 Observasi morfologi dan struktur hewan-hewan Protozoa.
 Mengelompokkan hewan-hewan Protozoa kedalam kelompok kelas yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya.
 Observasi dan identifikasi ciri-ciri setiap classis.

II. DASAR TEORI

A. Karakteristik Protozoa
Protozoa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Bersel satu, berkoloni, simetris tubuh tidak ada, bilateral, radial, atau spherical.
2) Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda.
3) Inti jelas, satu atau lebih, tidak memiliki organ atau jaringan.
4) Pergerakan dengan flagellate, cilia, atau pseudopodia atau dengan sel itu sendiri.
5) Beberapa spesies memiliki pelindung/cangkok, banyak di antaranya yang membentuk kista.
6) Hidup bebas, komensalisme, mutualisme, atau parasitisme.
7) Nutrisi : holozoik (memakan organisme hidup lain), saprozoik (memakan organisme yang telah mati), holofilik atau autotrof (dapat membentuk makanan sendiri fotosintesis), saprofitik (menyerap zat yang terlarut di sekitarnya).
8) Reproduksi vegetatif dengan binary fission atau multiple fission sedangkan generatifnya melalui persatuan gamet, konyugasi, dan autogami.


B. Klasifikasi Protozoa
Protozoa diklasifikasikan menjadi 4 kelas :
1) Flagellata
a. Dinding tubuh pellicle (pesikel) dan bentuk relative tetap.
b. Bergerak dengan flagellum (bulu getar).
c. Memiliki inti dan kloroplast dengan klorofilnya untuk fotosintesis.
d. Respirasi secara difusi dengan permukaan tubuh.
e. Ekskresi dengan permukaan tubuh, selain itu dengan vakuola kontraktil bagi yang hidup bebas, sementara yang parasit tidak ada vakuola kontraktil.
f. Vakuola kontraktil selain sebagai alat ekskresi juga berfungsi sebagai osmoregulator (mengatur keseimbangan air).
g. Bagi yang berklorofil holofilik dan yang tidak pencernaan makanan secara internal pada vskuols makanan.
h. Reproduksi secara vegetatif dengan pembelahan biner secara longitudinal dan generatif pada flagellata berkoloni misalnya Volvox sp. Prosesnya, sperma dan ovum mengalami fertilisassi menghasilkan zigot, lalu zigospora, kemudian zoospora dan terbentuk individu baru.
Fllagelata ada yang hidup bebas dan ada juga yang parasit. Flagellata yang hidup bebas : Euglena viridis, Phacus, Pleodorina, Eudorina, Bodo, Noctiluca, Astasia, Volvox dan Synura(koloni), Chlamidomonas, Oxymonas dan Pyrsonimpha (simbiosis). Sedangkan, flagellata yang hidup parasit : Trypanosoma dan Leishmania.




2) Rhizopoda
a) Dinding tubuh plasmolemma dan bentuk berubah-ubah.
b) Bergerak dengan pseudopodium : lobopodia (berkantung tumpul), filopodia (bentuk jarum/tabung), aksopodia (jarum/tabung tidak bercabang), dan retikulopodia (berrcabang lebih dari satu).
c) Memiliki inti jelas.
d) Respirasi dengan permukaan tubuh secara difusi.
e) Ekskresi dengan permukaan tubuh, selain itu dengan vakuola kontraktil bagi yang hidup bebas, sementara yang parasit tidak ada vakuola kontraktil.
f) Vakuola kontraktil selain sebagai alat ekskresi juga berfungsi sebagai osmoregulator (mengatur keseimbangan air).
g) Pencernaan makanan secara internal pada vakuola makanan.
h) Reproduksi vegetatif dengan pembelahan biner secara ortodhox.
Rhizopoda ada yang hidup bebas dan ada juga yang parasit. Rhizopoda yang hidup bebas : Amoeba proteus, Arcella, Difflugia, Globigerina, Actinophrys. Rhizopoda yang hidup parasit : Entamoeba dysentriae, Entamoeba gingivalis, Entamoeba coli.
3) Cilliata
a. Dinding tubuh berupa pellicle (periskel), bentuk relative tetap.
b. Bergerak dengan cilia.
c. Memiliki inti dan beberapa spesies intinya lebih dari satu. Contohnya : Paramecium Aurelia.
d. Respirasi dengan permukaan tubuh secara difusi.
e. Ekskresi dengan permukaan tubuh, selain itu dengan vakuola kontraktil bagi yang hidup bebas, sementara yang parasit tidak ada vakuola kontraktil.
f. Vakuola kontraktil selain sebagai alat ekskresi juga berfungsi sebagai osmoregulator (mengatur keseimbangan air).
g. Pencernaan makanan secara internal pada vakuola makanan.
h. Reproduksi secara vegetatif dengan pembelahan biner secara transversal. Reproduksi generatif dengan konyugasi pada Paramecium caudatum dan autogami pada paramecium Aurelia.
Cilliata ada yang hidup bebas dan ada juga yang parasit. Cilliata yang hidup bebas : Paramecium caudatum, Paramecium Aurelia, Stentor, Spirostomum, Stylonichia, Euplotes, Prorodon, Dileptus, Coleps, Vorticella, Carchecium, Epistylis, Podophrya. Cilliata yang hidup parasit : Balantidium coli.
4) Sporozoa
a. Dinding tubuh berupa pellicle, bentuk relatif tetap.
b. Tidak memiliki alat gerak, bergerak dengan sel itu sendiri.
c. Memiliki inti , pada waktu pembelahan ganda, inti membelah berulang-ulang. Setiap inti membentuk pembungkusnya dan dihasilkan individu baru yang cukup banyak.
d. Respirasi dengan permukaan tubuh secara difusi.
e. Ekskresi dengan permukaan tubuh.
f. Tidak memiliki vakuola kontraktil karena hidupnya parasit.
g. Merupakan hewan saprofitik (menyerap zat yang terlarut di sekitarnya).
h. Reproduksi vegetatif dengan pembelahan berganda dengan banyak individu baru. Reproduksi generatif pada Plasmodium dengan pergiliran keturunan. Fase vegetatif pada tubuh manusia dan fase generatif pada tubuh nyamuk Anopheles betina.
Sporozoa di antaranya : Plasmodium Vivax, Plasmodium Malariae, Plasmodium falcifarum, Plasmodium cynomologi, Plasmodium knowlest, Plasmodium gonderi, Plasmodium berghei, Plasmodium gallinaceum, Monocystis.


III. ALAT DAN BAHAN
Alat :
 CCTV
 Mikroskop listrik
 Kaca objek dan kaca penutup
 Larutan Ringer’s
 Pisau bedah / silet
 Jarum preparat dan pinset
 Baki bedah dan gelas piala
 Fiberglass
 Coverglass
 Pipet tetes




Bahan :
 Preparat awetan Protozoa (dari Jica)
 Kultur jerami
 Air sawah
 Air sungai
 Air kolam
 Kapas
 Cacing tanah segar
 Etanol 70%

IV. CARA KERJA
Untuk Rhizopoda, Cilliata dan Flagelata :
1. Menyiapkan kultur Protozoa dari rendaman jerami, air sawah, air sungai dan air kolam. (Untuk kultur jerami disiapkan satu minggu sebelum melakukan praktikum dengan cara merebus jerami, lalu ditiriskan dan didiamkan sesaat, kemudian menambahkan air sungai dan mendiamkannya selama satu minggu pada keadaan terbuka).
2. Menyiapkan mikroskop dan perlengkapannya.
3. Membuat preparat segar dari kultur yang kita bawa dengan meneteskannya pada kaca preparat. Memberi sedikit kapas untuk membatasi gerakan Protozoa.
4. Melakukan pengamatan hewan-hewan Protozoa yang termasuk kelas Sarcodina, Flagellata, dan Cilliata dengan menggunakan mikroskop
5. Menemukan contoh hewan-hewan lainnya dan mengidentifikasikannya berdasarkan ciri-ciri yang nampak dari pengamatan.
Untuk Sporozoa :
1. Menyiapkan cacing tanah lalu membersihkannya dengan air.
2. Membius cacing dengan etanol 70% di dalam gelas piala.
3. Melakukan pembedahan secara membujur mulai ujung anterior hingga batas akhir clitellum (penebalan).
4. Mengambil vesicula seminalis-nya yang berupa dua pasang gumpalan/bulatan warna putih susu. Mengambilnya salah satu dan menempatkannya pada kaca objek bersih yang telah ditetesi larutan Ringer’s. Menutupnya dengan kaca penutup lalu menekannya dengan ujung jari secara perlahan.
5. Melakukan pengamatan dan mengidentifikasi dengan gambar









V. TABEL PENGAMATAN


No Nama Species Karakteristik
Alat Gerak Cara Gerak Vakuola
Makanan Vakuola
Berdenyut Inti Kloroplas Bintik Mata Cytostoma Cangkang

1. Paramecium caudatum Cillia Meluncur V V V - - V -

2. Stylonychi mytilus Cillia Rotasi V V V - - V -

3. Euglena viridis Flagella Meluncur V V V V V V -

4. Arcella sp Pseudopodia Amoeboid V V V - - - V

5. Amoeba proteus Pseudopodia Amoeboid V V V - - V -

6. Vorticella microstoma Cillia Maju mundur V V V - - V -

7. Phacus caudatus Flagella Rotasi V V V V V V -

8. Stombomonas flaviatilis Flagella V V V V V V -

9. Euglena acus Flagella V V V V V V -

10. Euglena pisciformis Flagella V V V V V V -

11. Synura Flagella Berputar V V V V - V -

12. Monocystis lumbrici - - V - V - - - -


Gambar-gambar hasil praktikum Rhizopoda, Cilliata dan Flagelata :

No Taksonomi Gambar praktikum atau gambar internet
1. Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hymenostomatida
Genus : Paramecium
Species : Paramecium caudatum

2. Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hypotrichida
Genus : Stylonychi
Species : Stylonychi mytilus.

3. Phylum : Protozoa
Classis : Phytomastigophorea
Ordo : Euglenida
Genus : Euglena
Species : Euglena viridis


4. Phylum : Protozoa
Classis : Rhizopoda
Ordo : Arcellinida
Genus : Arcella
Species : Arcella sp

5. Phylum : Protozoa
Classis : Sarcodina
Ordo : Amoebida
Genus : Amoeba
Species : Amoeba proteus

6. Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Peritrichida
Genus : Vorticella
Species : Vorticella microstoma

7. Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Genus : Phacus
Species : Phacus caudatus

8. Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Genus : Stombomonas
Species : Stombomonas flaviatilis

9. Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Genus : Euglena
Species : Euglena acus
10. Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Genus : Euglena
Species : Euglena pisciformis
11. Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Phytofiagellida
Genus : Synura
Species : Synura

12. Phylum : Protozoa
Classis : Rhizopoda
Ordo : Foraminifera
Genus : Globoratalia
Species :Globorotalia tumida


13. Phylum : Protozoa
Classis : Sporozoa
Ordo :
Genus : Monocystis
Species : Monocystis lumbrici

Gambar-gambar hasil praktikum Sporozoa :
a. Gambar siklus Monocystis


b. Gambar Praktikum









IV. PERTANYAAN

1. Dapatkah Anda menemukan persamaan yang dimiliki oleh setiap species yang Anda temukan? Tuliskan persamaan-persamaan tersebut!
Jawab :
Bersel satu, memiliki inti, memiliki vakuola makanan, dan memiliki vakuola kontraktil kecuali sporozoa.

2. Dapatkah Anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap species tersebut sehingga dimasukkan pada classis yang berbeda? Tuliskan perbedaan-perbedaannya!
Jawab :
Perbedaannya dilihat dari alat gerak yang digunakan, cara gerak, dan ada tidaknya cytostoma. Jumlah inti pada paramecium lebih dari satu. Sporozoa tidak memiliki vakuola kontraktil, dan pada Euglena memiliki kloroplas dan bintik mata. Pada Amoeba memiliki plasmolema.

3. Tuliskan ciri khas dari tiap-tiap classis pada kolom berikut :

Classis Ciri Khas
Rhizopoda / Sarcodina Memiliki kaki semu (Pseudopodium) dan plasmolema
Flagellata Memiliki Flagel, bintik mata, kloroplas
Cilliata Memiliki cilia, Makronukleus dan mikronukleus
Sporozoa Tidak memilki alat gerak, tidak memilki vakuola kontaktil, dan umumnya hidup parasit

4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species-species Protozoa yang Anda temukan!
Jawab :

 Kelas Flagellata (Euglena): berperan sebagai fitoplankton sekaligus sebagai produsen karena meiliki kemampuan berfotosintesis.
 Kelas Rhizopoda (Amoeba): berperan sebagai plankton (Zooplankton), sebagai indikator terjadinya polusi (pencemaran air) ada juga yang memiliki sifat parasit.
 Kelas Rhizopoda (Foraminifera) :kerangkanya dapat mengendap di dasar laut membentuk tanah globigerina sebagai petunjuk adanya kandungan minyak bumi dan petunjuk untuk menghubungkan umur bantuan sedimen.
 Kelas Cilliata (Paramecium, Vorticella, Stylonicha) : berperan sebagai plankton
 Kelas Sporozoa (Monocytis): parasit pada cacing tanah
5. Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai Filum Protozoa, lengkapilah tabel berikut :

Filum Pencernaan Makanan Ekskresi Pernapasan Reproduksi
Protozoa Pencernaan makanan secara intraseluler. Sebagian besar dengan vakuola makanan.
Nutrisi :
 Holozoik
 Saprozoik
 Holofitik
 Saprofitik Alat ekskresinya dengan menggunakan permukaan tubuh.
Alat ekskresi yang lainnya yaitu dengan vakuola kontraktil. Bagi protozoa yang parasit tidak memiliki vakuola kontraktil Respirasi secara
Difusi melalui permukaan
Tubuhnya  Vegetatif:
Pembelahan biner (longitudinal pada Flagellata, ortodhox pada Rhizopoda, transversal pada Cilliata)
Pembelahan berganda (multi fission) pada Sporozoa.
 Generatif :
o Koloni
o Konyugasi
o Autogami
o Metagenesis



VI. KESIMPULAN
Protozoa merupakan kelompok hewan bersel satu yang berdasarkan alat geraknya dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu Flagellata (Mastigophora), Ciliata (Infusoria), Rhizopoda (Sarcodina), dan Sporozoa. Setiap kelas memiliki beberapa persamaan yang dapat menyatukan mereka ke dalam filum yang sama dan juga memiliki perbedaannya masing-masing yang menjadi ciri khas dari tiap kelas filum tersebut. Protozoa ada yang hidup secara bebas ada pula yang hidup parasit pada organisme lain.























DAFTAR PUSTAKA

Djuhanda, Tatang. 1980. Kehidupan dalam Setetes Air dan Beberapa Parasit pada Manusia. Bandung : Institut Teknologi Bandung
Kastawi, Yusuf, dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Malang : Universitas Negeri Malang
Sutarno, Nono,. Syulasmi, Ammi, dkk. 2009. Hand Out Zoologi Invertebrata. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia
Sutarno, Nono,. Syulasmi, Ammi, dkk. 2010. Petunjuk Praktikum Zoologi Invertebrata. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia

6 komentar:

Anonim mengatakan...

I should digg your post therefore other folks are able to see it, really helpful, I had a hard time finding the results searching on the web, thanks.

- Murk

Anonim mengatakan...

ha, I will experiment my thought, your post bring me some good ideas, it's really awesome, thanks.

- Thomas

Anonim mengatakan...

Thank you for such well-done post! I am jealous with your style and your thoughts on this theme. It was very pleasant for me to find your guide. I also want to ask, have you tried sony ebook reader? I’ve recently purchased it and now I can’t part with it!

depot pulsa mengatakan...

thanks sangat membantu adik adik saya

arti riri mengatakan...

makasih, bahasannya sangat membantu sekali

arti riri mengatakan...

makasih, bahasannya sangat membantu