27 April 2011

SURAT LAMARAN PEKERJAAN


Perihal         : Permohonan kerja                                    Bandung, 3 Maret 2011
Lampiran     :-                                                              

Yth. Bapak/ibu pengelola
LBB Privat
Di
Tempat

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya info lowongan kerja sebagai tenaga pengajar di LBB Privat Al-Faruq College.
Saya, yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama               : Hardiyanti Hidayat
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan       : Mahasiswa (Pendidikan Biologi semester 4 UPI)
Alamat             : Jl. Geger kalong Girang No. 28 B Bandung
Nomor HP       :
mengajukan lamaran sebagai ‘Pengajar LBB Private Al-Faruq College’
Saya mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi tingkat dua yang sedang kuliah S1 di FPMIPA UPI Bandung. IPK saya 3.47. Saya adalah pribadi yang disiplin dan saya mampu bekerja secara individual ataupun kelompok. Metode pengajaran yang saya sukai, yakni pembelajaran kreatif dan inovatif.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan sebagai berikut :
1. Curriculum Vitae (CV)
2. Pas Foto
Demikian surat permohonan lamaran kerja saya. Besar harapan saya untuk dapat bergabung di lembaga bapak/ibu. Terimakasih.

Hormat Saya


        (Hardiyanti  Hidayat)

09 Maret 2011

CYCLE-LIFE OF FROG (DAUR HIDUP KATAK)


Mom and Dad Frog Decide to Have Baby Frogs

The life cycle of a frog starts when mom and dad frog fall in love and decide to have baby frogs. Okay, nobody really knows if frogs fall in love, but it’s okay to think that they do. Mom and dad frog will mate, either in the water or in a tree, depending on what kind of frogs they are. You know this is happening when you see dad frog hugging mom frog from behind her. The dad frog will lay on top of mom frog and wrap his front legs around her body and he will hug her for several days. This hug is called amplexus.
Spawning

While mom and dad frog are hugging, mom frog will lay a bunch of eggs for the dad frog to fertilize. Unlike human eggs, frog eggs are fertilized by dad frog when they are outside of the mom frog’s body. This is called spawning and is the very beginning of the frog life cycle. After the mom and dad frog have finished spawning, dad frog leaves, and sometimes the mom frog does, too. Sometimes mom frog will stick around, though, and wait for the baby frogs to hatch so that she can care for them, but this only happens with some breeds of frogs, not all of them.


Frog Eggs

The Frog Eggs

Mom frog will lay a whole bunch of eggs because most of them won’t hatch. Some of the eggs will be eaten by other small animals and birds, and some of them won’t become fertilized. Other eggs might become dried up in the sun or get broken in the water. The eggs that survive will hatch after about 7 to 9 days and begin the frog cycle and start the many life stages of a frog. But they don’t get to be frogs just yet; they have to go through the tadpoles’ life cycle first.
The Tadpole

When frog eggs hatch they don’t come out as frogs right away, they have to start out as tiny little fish-like creatures called tadpoles. In the beginning 7 days or so of tadpole development, a tadpole will eat the egg yolk that is still left in its gut. The only parts to the baby tadpole are the gills, the tail, and the mouth. After about 7 days of tadpole development, the tadpole will begin to swim around on its own and eat algae from the top of the water.
Tadpole Development

About four weeks into the tadpoles life cycle it will begin to grow teeth and skin over the gills and will begin to become social and swim in schools like fish. Then 6 to 9 weeks into the tadpoles development it will begin to grow longer and develop a little bit of a head and some legs. At the end of the 9 weeks, the tadpole will look more like a frog than a fish, but with a long tail. The tadpole will also start to eat things like tiny insects.

In areas of the world that have cold winter months or that are in very high altitudes, which also are sometimes very cold places, the tadpoles life cycle takes all winter long to complete.
Frog Metamorphosis

From 9 to about 12 weeks, the frog metamorphosis starts to really take shape. The tadpole that looks like an itty bitty frog but with a long tail (called a Froglet) will lose most of its tail, grow a frog tongue, and start to really look like a baby frog. The whole frog life cycle model is completed after about 16 weeks when the frog becomes an adult.
Diagram of Frog Life Cycle

If you wanted to draw a diagram of frog life cycle, you might make it look like a circle, starting with eggs, and then the baby tadpole. Then you would add legs to the baby tadpole and call that a ‘Froglet’. Then draw a full grown frog, which points back to the eggs because the life cycle of a frog doesn’t end with the full grown frog. The full grown frog will find a frog to love and to make more baby frogs with and begin the frog life cycle all over again.
What’s the Difference in a toad and frog life cycle?

Actually, toads are frogs. Toads are just called something different because they look a little different, but they are all part of the frog family. Lots of people want to know what the difference is between a toad life cycle and a frog life cycle. Mostly it’s the way that the eggs are laid and the way that the skin develops. The frog eggs are laid in clumps and toad eggs are laid out in strands or lines. The skin of a frog will develop into slimy skin and the skin of a toad will develop into warty skin, which is why people think that toads can give you warts. But if toads can give you warts, why don’t frogs make you slimy?
Grow a Frog

So, if you were going to grow a frog, where would you start? Would you start with a tadpole or with an egg? I bet you said egg. But remember that most of the eggs won’t live, so how do you know that you have a living egg? Maybe starting with a tadpole would give you better luck when you are trying to grow a frog. Or, maybe you should start with a mom and a dad frog. But then you might grow a hundred frogs and they would take over your whole room and turn your walls green and sing you to sleep every night croaking… Okay, that’s another story! Start with a tadpole and you will be able to watch the whole, very cool, frog metamorphosis.



MACEM-MACEM FROG


DAUR HIDUP KATAK ( CYCLE-LIFE OF FROG)


Rabu, 9 Maret 2011 - Mulai dari telur hingga menjadi ibu dan ayah. Siapa menyangka sebuah kecebong ternyata dapat berubah menjadi katak. Mungkin orang yang tidak percaya evolusi

Metamorfosis adalah proses perubahan yang dialami anura (dan juga pada amfibi jenis urodela dan caecilia). Metamorfosis dimulai dari telur dan berakhir pada masa dewasa. Saat mereka meninggalkan bentuk telur, amfibi memiliki ujud larva (kecebong). Saat ini terjadi perubahan anatomi, makanan, dan gaya hidup, perlahan dari tahap awal, yang sepenuhnya di air menjadi hewan yang teradaptasi hidup di darat. Kodok Eropa biasa berkembang dari telur menjadi dewasa dalam waktu sekitar 16 minggu.
Siklus hidup katak



  1. Tahap telur
Telur kodok ditutupi dengan kapsul mirip agar-agar yang mengembang saat menyentuh air. Pengembangan ini membuat volumenya membesar dan janin terlindungi. Telur-telur ini bertumpuk dalam satu tumpukan agar kelangsungan hidup lebih terjaga dan panas juga lebih dapat bertahan. Akibatnya kecebong dapat menetas dalam waktu singkat. Banyak katak dan kodok memakai danau atau sungai yang mengering di masa tertentu, karena hal ini mencegah hewan datang memakan telur dan kecebong mereka.
  1. Tahap kecebong (3 hari)
Kecebong memiliki kepala besar dan tegak. Ada insangnya dan mulut yang terbuka untuk makan. Insang luar muncul tiga hari setelah kecebong keluar dari telur
Kecebong usia 10 hari
  1. Tahap kecebong lanjutan (4 minggu)
Insang luarnya tertutup kulit tubuh dan digantikan oleh insang dalam. Mereka memakan ganggang. Kaki belakang muncul.
  1. Perubahan kedua (6 minggu)
Kecebong mulai terlihat seperti kodok kecil dengan ekor panjang. Mereka berenang di tepi sungai secara berkelompok. Ekor ini kemudian memendek dan mulai berbentuk seperti bumerang.
  1. Perubahan lanjutan kedua (9 minggu)
Sejenis jaringan terbentuk dan membagi atrium jantung. Akibatnya jantungnya kini memiliki tiga ruangan, yang membantu aliran darah antara jantung dan paru-paru.
  1. Perubahan lanjutan ketiga (16 minggu)
Kecebong telah memiliki kaki belakang yang kuat. Matanya juga telah menonjol. Ekornya sangat pendek.
Rana esculenta, kodok yang dapat dimakan
  1. Perubahan terakhir
Kodok-kodok dewasa berkumpul di tepian sungai sebelum meninggalkan air untuk pertama kalinya. Mereka melakukan ini secara berkelompok.
  1. Ibu dan bapak kodok
Walaupun naluri bertahan hidup anura tidak berkembang baik, katak dan kodok juga merawat anak mereka. Mereka bertelur dalam jumlah besar untuk memastikan ada banyak kecebong yang dapat lolos dari predator yang memakan telur. Lapisan gelatin juga melindungi telur dari predator lain. Beberapa jenis kodok bahkan memelihara anak mereka dengan menjadikan punggung mereka sendiri sebagai sarang. Contoh kodok demikian adalah katak suriname.
Katak Suriname
Referensi
  1. Boulenger, G. A. 1978. The Tailles Batrachians of Europe, Vol. 1-2. Ayer Publishing
  2. Burton, M., Burton, R. 2002. International Wildlife Encyclopedia. Marshall Cavendish.
  3. De Beer, G.R. 2007. Embryos and Ancestors. Read Books.
  4. McDiarmid, R.W., Altig, R. 1999. Tadpoles: the biology of anuran larvae. University of Chicago Press
  5. Morgan, T.H. 2010. The Development of the Frog’s Egg; An Introduction to Experimental Embryology. General Books LLC.

06 Maret 2011

KELUARGA BESAR BIOLOGI A'2009

NILAI-NILAI PADA JAMURRRRRR....^_^


Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan, kami dapat mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam jamur, di antaranya sebagai berikut :
1.      Nilai praktis
Pada umumnya jamur dimanfaatkan oleh kita untuk dijadikan sebagai bahan makanan. Namun, peranan jamur tidak hanya sebagai makanan yang dapat dikonsumsi, namun jamur juga berperan sebagai pengurai dalam ekosistem. Tanpanya, jasad organik yang telah mati tidak bisa diuraikan menjadi bahan-bahan anorganik. Selain itu, jamur juga berperan dalam proses peragian dan sebagai agen dalam pembuatan makanan, khususnya makanan yang memerlukan proses fermentasi atau peragian. Namun ada juga sebagian jenis jamur yang bersifat parasit sehingga menjadi hama bagi sebagian organism lain. Dalam bidang kedokteran dan farmasi, beberapa spesies jamur dapat dijadikan bahan obat-obatan.

2.      Nilai religi
Dengan melihat struktur, sifat, ataupun peranan jamur, kita bisa menjadikan itu semua sebagai bahan tambahan untuk semakin bersyukur kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta, yang telah menciptakan keanekaragaman makhluk hidup dengan struktur, fungsi dan peranannya masing-masing. Walaupun jamur memiliki segala keterbatasan, jamur tetap bisa bertahan dengan baik dan bisa memberikan manfaat yang cukup banyak. Sungguh tidak ada sesuatu apapun yang diciptakan Allah dengan sia-sia.  Jamur tahu akan bagaimana caranya mereka hidup melainkan petunjuk dari Tuhan yang menciptakan kita semua. Maha Besar Allah yang telah menciptakan makhluk seperti jamur sebagai bahan pelajaran kita dalam kehidupan dan sebagai salah satu objek untuk kita bertafakur akan Kebesaran Allah SWT.

3.      Nilai Sosial
Untuk pertumbuhan dan perkembangan jamur, diperlukan kondisi lingkungan yang kondusif, contohnya adalah kondisi lingkungan yang lembab dan suhu lingkungan yang cocok. Begitu halnya dengan kita sebagai manusia, bisa tumbuh dan berkembang dengan baik tergantung pada pengaruh lingkungan dan terciptanya hubungan baik dengan sesama manusia. Walaupun jamur merupakan organisme yang serba keterbatasan dan kekurangan dibandingkan kita sebagai seorang manusia, jamur mampu memberikan manfaat yang sangat banyak bagi manusia dan organisme lain. Selain itu, ada juga jamur beracun yang warna dan bentuknya sangat mencolok sehingga menarik perhatian. Dengan kata lain, dalam kehidupan sehari-hari kita harus berhati-hati dengan orang yang dapat menjerumuskan kita ke dalam keburukan. Walaupun tampilan fisik di luar sangat baik tetapi harus dilihat pula kebaikan hatinya apakah memang baik atau hanya sekedar pura-pura saja. Jamur memang hidup heterotrof, tidak dapat menhasilkan makanannya sendiri, tetapi jamur tidak hidup merugikan organisme lain (selain jamur yang parasit). Mereka hidup pada sisa-sisa organisme yang sudah mati. Dengan ini, kita harusnya hidup seperti jamur yang tidak bergantung pada organisme lain, tetapi saling menguntungkan.

4.      Nilai Intelektual
Jamur amanita yang pada umumnya memiliki warna yang indah yang dapat menarik berhatian ternyata mengandung racun bagi manusia yang memakannya. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati dengan jamur beracun yang memang sangat menarik perhatian karena warna dan bentuknya yang menarik. Dari sisi lain yang menguntungkan manusia, ada beberapa jamur yang mengandung zat-zat antibiotik dan zat-zat obat lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan.

5.      Nilai Pendidikan
Kita manusia sebagai makhluk sosial bisa mengambil pelajaran yang cukup berharga dari tumbuhan jamur. Jamur yang merupakan tumbuhan thallus, yang tidak memiliki klorofil, hidup dari zat-zat organik yang sudah mati (sampah), kayu lapuk, atau dari makanan yang basi sekalipun masih bisa memberikan manfaat bagi individu lain, khususnya bagi kita. Dengan segala keterbatasannya, jamur bisa tetap berjuang dan bertahan hidup serta masih bisa memberikan manfaat. Kita sebagai manusia yang boleh dikatakan lebih sempurna dari pada jamur, seharusnya bisa bercermin dan bertanya kepada diri sendiri apakah selama ini kita sudah memberikan manfaat yang cukup banyak bagi orang lain atau belum, ataukah selama ini kita dikalahkan oleh jamur? Mungkin hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk menjadi individu yang lebih baik.